Fotografer Wanita Ini Menghabiskan 10 Tahun Memotret Hidup Gelandangan, Tak Disangka Hari Itu Dia Terakam Gambar Seorang Gelandangan yang Dia Kenal. Rupa-rupanya Gelandangan tu Tak Lain tak Bukan Adalah…

Sharing is caring!

Takdir, adalah sesuatu yang tidak dapat dijelaskan dan sangatlah misterius. Diana Kim merupakan seorang fotografer yang di mempunyai proyek untuk mengambil gambar gelandangan di sekitar kawasan Hawaii. 4 tahun yang lalu ketika sedang memotret, ia menemukan takdir lewat kameranya.

Pada tahun 2012, ketika beliau sedang mencari objek foto di jalan Honolulu. Kim melihat seorang gelandangan di kawasan tersebut yang terlihat sangat familiar.

Loading...

Diana sangat terkejut saat bahwa gelandangan tersebut mirip sosok ayahnya yang telah lama hilang. Ia tidak berani untuk berbicara dengannya. Diana berdiri disamping untuk memperhatikan “gelandangan” tersebut. Orang yang lalu lalang juga tidak ada yang melihat kehadiran gelandangan itu.

Diana akhirnya memberanikan diri untuk mendekatinya, namun tidak ada respon dari orang itu. Bahkan ibu disebelahnya mengatakan bahwa orang itu sudah tidak ketolongan, tidak usah diladenin.

Dari situ ia juga baru tahu dari neneknya, bahwa ayahnya telah menjadi gelandangan dengan kesehatan mental yang mulai memburuk dan tidak ada yang tahu di mana ia berada.

Diana menceritakan bahwa ayahnya yang memperkenalkannya pertama kali dengan dunia fotografi yang kini ia gemari.

Orangtuanya berpisah ketika dia berumur 5 tahun. Selepas itu, Diana dan ibunya hidup berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dari kerabat satu ke kerabat yang lain. Dari teman satu ke teman yang lain. Mereka bahkan pernah tidur di taman.

Mungkin juga karena perjalanan pahit yang Diana pernah alami, ia bertekad untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

Loading...

Diana berusaha untuk berhubungan kembali dengan ayahnya. Setiap hari setelah mengantar anaknya ke sekolah, ia kembali mencari bapanya dan memberinya makanan dan minuman. Diana mulai dari percakapan kecil, ia berharap bapanya mau menerima perawatan yang dibutuhkan. Awalnya, bapanya sama sekali tidak mengubrisnya, melihat wajahnya saja tidak mau.

Setelah itu, ia terus mendokumentasikan setiap perilaku ayahnya. Ia menyadari bahwa ia sedang berkomunikasi dengan ayahnya lewat kamera.

Diana memutuskan untuk tidak membujuknya menerima perawatan lagi. Ia terus memotret ayahnya itu.

Suatu hari, Diana tidak menemukan ayahnya dijalanan yang biasa ia berada. Setelah mencari-cari, ia baru tahu bahwa ayahnya masuk ke rumah sakit karena terkena serangan jantung.

Mungkin kejadian ini entah berkah tersembunyi atau berkat menyamar. Karena ayahnya terpaksa kerumah sakit karena penyakitnya itu.

Setelah menerima perawatan medis, mental ayahnya juga semakin membaik. Ia pelan-pelan mau berbicara dengan Diana.

Sekarang mereka menjalin hubungan yang baik, setiap hari berbicara tentang masa lalu dan masa depan. Beda banget kan…


Diana mengatakan: “Sebelumnya, ketika saya memikirkan bahwa saya ditinggalkan ayah, saya sangat sedih dan merasa telah kehilangan semua keberanian untuk mencintai” Tapi setiap hari adalah awal yang baru, dia memutuskan untuk melepaskan semua perasaan masa lalu dan memulai sebuah hubungan yang baru bersama ayahnya.

Menurut Diana, dalam hidup itu selalu ada “kesempatan kedua”. “Tidak ada kegagalan kecuali kamu menyerah, dan ia (ayah) tidak pernah menyerah. Saya juga tidak pernah menyerah pada dirinya.”

Loading...

Mengharukan banget yahhh Sobat Cerpen… Semoga kalian juga terinspirasi dengan cerita ini untuk selalu berjuang dan tidak menyerah! Jangan lupa SHARE cerita ini kepada teman-teman yahhh!!!

Sumber: Pxpo

 

 

Sharing is caring!

Loading...